Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Riset Model Revitalisasi PAI Berbasis Budaya Pesantren Hantarkan Muhamad Rikza Saputro Raih Gelar Doktor di UIN Sunan Kalijaga

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:11 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-02T13:11:05Z

Muhamad Rikza Saputro Raih Gelar Doktor di UIN Sunan Kalijaga

 YOGYAKARTA – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di hadapan ratusan hadirin, Gus Muhamad Rikza Saputro, S.Pd., M.Pd., M.M., M.H. secara resmi menyandang gelar Doktor usai mempertahankan disertasinya yang mengangkat tajuk "Revitalisasi Pendidikan Agama Islam untuk Pemberdayaan Santri dan Masyarakat (Studi Kasus di Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang)".

Pencapaian akademis tertinggi ini menjadi kebanggaan kolektif bagi keluarga, guru, rekan sejawat, para santri, serta seluruh pihak yang mendampingi proses studinya. Putra dari pasangan H. Tumino dan Kustirah—yang juga merupakan menantu dari Prof. Dr. KH. Masruchan Bisri dan Nyai Hj. Umi Salamah Barokah Al-Hafidzah—ini mengungkapkan bahwa capaian ini ialah hasil dari konsistensi perjuangan, untaian doa orang tua, serta bimbingan dari para guru dan ulama.

Karya ilmiah yang diujikan tersebut menawarkan solusi konkret bagi arah baru Pendidikan Agama Islam (PAI) di tanah air. Menghadapi disrupsi teknologi, pergeseran sosial, dan tantangan moral modern, riset ini memformulasikan sebuah paradigma edukasi yang berakar kuat pada tradisi pesantren namun tetap adaptif terhadap dinamika zaman.

Secara akademis, penelitian ini merumuskan empat temuan baru (novelty) dalam peta pengembangan Pendidikan Agama Islam, meliputi:

  • Model Revitalisasi PAI yang Bertumpu pada Budaya Pesantren.
  • Sinergi antara Pendidikan Islam dengan Pemberdayaan Sosial Masyarakat.
  • Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Nilai-Nilai Kepesantrenan.
  • Rekonstruksi Sosial-Keagamaan Melalui Revitalisasi PAI.

Keempat gagasan tersebut menegaskan kembali posisi strategis pesantren. Lembaga ini tidak sekadar bertindak sebagai wadah transfer ilmu agama (tafaqquh fiddin), melainkan juga motor penggerak transformasi sosial, pembentukan karakter, dan penyebar prinsip Islam rahmatan lil 'alamin.

Sidang eksekutif ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan akademik UIN Sunan Kalijaga, yakni Prof. Dr. H. Sukiman, S.Ag., M.Pd. (Ketua Sidang/Kaprodi) dan Prof. Dr. Zainal Arifin, M.S.I. (Sekretaris Sidang). Sementara itu, bertindak sebagai Promotor adalah Prof. Dr. H. Mahmud Arif, M.Ag. bersama Prof. Dr. H. Sembodo Ardi Widodo, M.Ag. selaku Ko-Promotor. Adapun jajaran dewan penguji diisi oleh Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd., Dr. H. Ali Muhdi, M.S.I., Dr. H. Sedya Santosa, S.S., M.Pd., serta Dr. H. Nur Hidayat, M.Ag.

Gus Muhamad Rikza Saputro

Di hadapan para penguji, Gus Muhamad Rikza Saputro sukses mempertahankan argumentasinya dan menjawab ragam pertanyaan kritis secara komprehensif, hingga disertasi ini dinyatakan sangat layak sebagai karya ilmiah tingkat doktoral.

Sesi promosi ini turut disaksikan oleh jajaran tokoh nasional, agamawan, akademisi, serta sekitar 300 undangan. Di antaranya tampak hadir Dr. KH. Muchotob Hamzah, M.M., Dr. Drs. H. Anashom, M.Hum., Dr. H. Moch. Fatkhuronji, S.Ag., M.Pd.I., Hj. Fajriyatul Muflihah, M.Pd., H. Muhtasit, S.Ag., M.Pd., H. Tantowi Jauhari, S.S., KH. Asikin, S.Ag., M.S.I., Hj. Khoirun Nisa', M.S.I., dan KH. Nadlirin, M.Pd.

Kehadiran dan dukungan juga mengalir dari perwakilan Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang, FKPP Kota Semarang, PC RMI NU Kota Semarang, KKM MTs Kota Semarang, IGMAKOS Kota Semarang, Askot Kota Semarang, manajemen PSIS Semarang, kelompok suporter Panser Biru dan Snex, hingga perwakilan Penerbit Dawuh Guru Yogyakarta.

Bagi keluarga, keberhasilan ini mengukuhkan besarnya kekuatan restu orang tua dan para masyayikh. Tumbuh dari latar belakang yang bersahaja, ditempa melalui laku hidup pesantren, hingga mendapat bimbingan intensif dari keluarga besar Prof. Dr. KH. Masruchan Bisri, Gus Rikza berhasil mengonversi proses panjang tersebut menjadi karya ilmiah yang sarat manfaat.

Dalam refleksi akademiknya, Prof. Dr. H. Mahmud Arif, M.Ag. selaku Promotor menitipkan harapan agar output penelitian ini tidak berhenti sebagai dokumen pustaka belaka. Riset ini diharapkan mampu menjelma menjadi cetak biru (blueprint) tata kelola PAI dan instrumen inspirasi bagi institusi pendidikan Islam di level domestik maupun internasional.

Ia menggarisbawahi bahwa raihan gelar doktor merupakan gerbang awal dari tanggung jawab moral yang lebih masif untuk mendedikasikan keilmuan, memajukan mutu pendidikan, serta merawat nilai-nilai luhur pesantren di tengah modernitas.

Capaian impresif ini diharapkan mampu melecut motivasi generasi muda untuk terus berkhidmat di jalur pendidikan. Semoga pemikiran dalam disertasi ini menjadi sumbangsih berkelanjutan demi lahirnya generasi terpelajar yang berakhlak mulia, moderat, serta membawa kemaslahatan bagi agama, bangsa, dan peradaban.

by Galura Creative

×
Berita Terbaru Update