Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Eric PSE: Dari Popularitas Konten Penerbangan hingga Sukses Membangun Ekosistem Bisnis Travel Digital dengan Double Komisi untuk Memberdayakan UMKM melalui Velosita

Minggu, 27 September 2026 | 21:01 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-27T14:02:04Z
Eric PSE: Dari Popularitas Konten Penerbangan hingga Sukses Membangun Ekosistem Bisnis Travel Digital dengan Double Komisi untuk Memberdayakan UMKM melalui Velosita

Eric PSE Kembangkan Bisnis Reservasi Perjalanan Digital, Membantu Pelaku UMKM dan Pengusaha Tour Travel Membangun Bisnis Lebih Mudah, Profesional, dan Menguntungkan dengan memberikan benefit Double Komisi.

Di tengah pertumbuhan industri perjalanan dan perubahan perilaku konsumen menuju layanan serba digital, kebutuhan terhadap sistem reservasi perjalanan yang mudah digunakan, fleksibel, dan mampu membantu pelaku usaha memperoleh keuntungan yang lebih optimal semakin besar.

Fenomena tersebut menjadi salah satu bidang yang dikembangkan oleh Eric PSE, sosok yang selama ini dikenal melalui konten-konten bertema penerbangan dan perjalanan. Di balik popularitasnya di media sosial, Eric juga memiliki aktivitas profesional dalam pengembangan bisnis travel dan sistem reservasi perjalanan digital.

Artikel ini mengangkat kiprah Eric PSE dalam mengembangkan lini bisnis reservasi perjalanan digital di tengah popularitas konten penerbangannya. Pemberitaan tersebut memperlihatkan sisi lain Eric yang tidak hanya berkutat pada dunia konten, tetapi juga pada pengembangan ekosistem bisnis perjalanan berbasis teknologi.

Namun, perjalanan Eric PSE dalam bisnis digital travel memiliki cakupan yang lebih luas. Melalui ekosistem perusahaan dan brand yang berkaitan dengan Velosita, ia turut mendorong transformasi bisnis agen tiket dan tour travel dari model konvensional menuju sistem digital yang dapat dijalankan secara lebih praktis.

Bukan Sekadar Konten Penerbangan, Eric PSE Membangun Ekosistem Bisnis Travel

Profil profesional Eric PSE yang tersedia secara publik mencantumkan pengalaman sebagai founder di sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang travel, reservasi, dan teknologi. Di antaranya adalah PT Graha Lintas Persada, PT Graha Tiket Indonesia, PT Graha Travel Indonesia, serta PT Graha Wisata Indonesia dan PT Graha Trip Indonesia.

Pada profil tersebut, Eric mengaitkan perusahaan-perusahaan tersebut dengan brand VELOSITA dan pengembangan sistem reservasi yang mengusung konsep auto pilot B2C dan B2B.

Kiprah tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas Eric PSE tidak berhenti pada membangun personal branding melalui konten penerbangan. Ada visi yang lebih besar, yaitu memanfaatkan teknologi untuk membuka akses bisnis perjalanan bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.

Di sinilah Velosita menjadi bagian penting.

Bukan Sekadar Konten Penerbangan, Eric PSE Membangun Ekosistem Bisnis Travel


Velosita: Sistem yang Membantu Pengusaha Tour Travel Masuk ke Era Digital

Velosita dikembangkan sebagai sistem pendukung bisnis agen tiket dan tour travel yang memungkinkan mitra menjalankan berbagai transaksi perjalanan melalui satu sistem.

Pada situs resmi yang berkaitan dengan Velosita, sistem tersebut menawarkan akses untuk berbagai produk perjalanan, antara lain tiket pesawat, kereta api, hotel, tiket kapal PELNI, tiket Dharma Lautan Utama, shuttle travel, tiket bus, tiket wisata, serta berbagai layanan transaksi lainnya.

Konsep tersebut menjadi penting terutama bagi pelaku UMKM, reseller tiket, agen perjalanan pemula, biro travel, hingga pengusaha tour travel yang sebelumnya harus mengelola berbagai produk dan sistem secara terpisah.

Dengan satu dashboard, mitra dapat menjalankan transaksi B2B sekaligus memanfaatkan kanal B2C. Sistem juga dirancang agar dapat diakses melalui perangkat seperti smartphone maupun komputer selama tersedia koneksi internet.

Dengan demikian, seseorang tidak harus selalu memiliki kantor besar untuk memulai bisnis. Sistem Velosita memungkinkan model bisnis dijalankan dari rumah, kantor kecil, loket, maupun secara online melalui media sosial dan website.

Dua Sumber Keuntungan: Komisi NTA dan Mark-Up

Salah satu fitur yang paling ditonjolkan dalam ekosistem Velosita adalah konsep Double Komisi, yaitu kombinasi antara komisi NTA dan komisi mark-up.

Secara sederhana, komisi NTA merupakan bagian komisi yang diperoleh agen berdasarkan skema keagenan, sedangkan mark-up merupakan margin tambahan yang dapat ditentukan oleh agen pada transaksi sesuai ketentuan sistem.

Situs resmi Graha Group menjelaskan bahwa besarnya komisi NTA dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk level keagenan, maskapai, harga tiket, rute penerbangan, dan karakteristik penerbangan.

Konsep inilah yang membuat sistem Velosita menarik bagi pelaku usaha.

Seorang agen tidak hanya mengandalkan satu sumber margin. Dengan sistem yang menyediakan komisi NTA sekaligus fitur mark-up, agen mempunyai ruang untuk mengatur strategi harga dan margin sesuai pasar yang dilayaninya.

Tentunya, besarnya pendapatan aktual tetap bergantung pada volume transaksi, produk yang dijual, level keagenan, strategi pemasaran, serta kemampuan masing-masing agen dalam membangun pelanggan.

White Label: UMKM Bisa Membangun Brand Travel Sendiri

Keunggulan lain yang sangat relevan bagi UMKM adalah konsep White Label.

Dalam model ini, pelaku usaha tidak harus memasarkan bisnis dengan identitas brand pihak lain. Sistem dapat menggunakan nama dan identitas usaha agen sendiri pada berbagai elemen layanan.

Situs resmi Graha Group menjelaskan penggunaan white label pada logo, etiket, invoice, dan website B2C, sehingga pelanggan dapat melihat identitas brand travel milik agen tersebut.

Bagi UMKM, fitur tersebut mempunyai arti strategis.

Sebab, membangun bisnis travel bukan hanya mengenai menjual tiket. Pengusaha juga perlu membangun kepercayaan, identitas merek, database pelanggan, dan hubungan jangka panjang dengan konsumen.

Dengan white label, seorang pemilik usaha dapat membangun positioning bisnisnya sendiri tanpa harus terlihat hanya sebagai reseller.

Dari Agen Tiket Menjadi Pemilik Platform Travel Sendiri

Konsep tersebut kemudian berkembang lebih jauh melalui kanal B2C.

Dalam penjelasan resmi Velosita, mitra dapat memperoleh website booking B2C dengan konsep booking tanpa login dan sistem auto pilot/auto issued. Transaksi konsumen melalui kanal tersebut dapat terhubung dengan sistem agen.

Artinya, seorang pengusaha lokal dapat membangun sebuah ekosistem yang secara sederhana terdiri dari:

Brand sendiri → Website sendiri → Sistem booking → Pelanggan → Transaksi → Komisi → Pengembangan bisnis.

Untuk level tertentu, Velosita juga mencantumkan fasilitas aplikasi B2C Google Playstore atas nama travel atau brand mitra.

Bagi pelaku UMKM yang sebelumnya hanya menerima pesanan melalui WhatsApp, Facebook, Instagram, atau loket kecil, transformasi tersebut dapat menjadi langkah menuju bisnis travel yang lebih terstruktur.

Tidak Hanya Tiket Pesawat

Salah satu kekuatan konsep Velosita adalah pendekatan multi-bisnis dan multi-transaksi.

Mitra tidak hanya menjual tiket pesawat. Sistem yang ditawarkan mencakup berbagai produk seperti:

  • Tiket pesawat domestik dan internasional
  • Tiket kereta api
  • Hotel
  • Tiket PELNI
  • Tiket Dharma Lautan Utama
  • Shuttle travel
  • Tiket bus
  • Tiket wisata
  • Pulsa dan kuota
  • PLN
  • Pembayaran berbagai tagihan
  • Multifinance
  • BPJS
  • PDAM
  • Berbagai layanan PPOB

Daftar layanan tersebut membuat bisnis agen dapat berkembang dari sekadar agen tiket pesawat menjadi pusat layanan perjalanan dan transaksi digital di tingkat lokal.

Memberdayakan UMKM di Tengah Perubahan Perilaku Konsumen

Perubahan terbesar dalam industri perjalanan bukan hanya terjadi pada maskapai atau perusahaan transportasi, tetapi juga pada cara masyarakat membeli produk perjalanan.

Konsumen kini terbiasa mencari harga, jadwal, melakukan pembayaran, menerima tiket, dan memperoleh informasi perjalanan secara digital.

Kondisi tersebut menciptakan tantangan bagi agen perjalanan konvensional.

Agen yang hanya mengandalkan pelanggan datang ke kantor berpotensi tertinggal apabila tidak mulai membangun kanal digital.

Velosita mencoba menjawab persoalan tersebut dengan menyediakan sistem B2B dan B2C, website booking, white label, dashboard agen, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Dalam konteks inilah peran Eric PSE menjadi menarik.

Ia tidak hanya melihat bisnis travel sebagai transaksi tiket, tetapi juga sebagai peluang untuk membantu masyarakat menjadi pengusaha di bidang perjalanan.

Dari Rumah Pun Bisa Memulai

Salah satu pesan yang muncul dalam materi resmi Velosita adalah bahwa bisnis tersebut tidak mengharuskan mitra memiliki kantor fisik.

FAQ Velosita menyebut bahwa usaha dapat dijalankan dari rumah dengan memanfaatkan pemasaran offline maupun online. Sistem dapat diakses melalui laptop atau smartphone menggunakan browser selama tersedia koneksi internet.

Hal ini membuka peluang bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit masuk ke industri travel karena keterbatasan modal untuk menyewa kantor.

Mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, reseller, pemilik toko, maupun pelaku UMKM dapat menjadikan bisnis tiket dan perjalanan sebagai salah satu lini usaha tambahan.

Namun demikian, Velosita sendiri menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tetap bergantung pada usaha masing-masing mitra. Sistem adalah alat, sedangkan pemasaran, pelayanan, konsistensi, dan kemampuan membangun pelanggan tetap menjadi tanggung jawab pengusaha.

Eric PSE dan Peran sebagai Pengembang Jaringan Mitra

Ekosistem perusahaan yang berkaitan dengan Velosita menunjukkan adanya upaya membangun jaringan bisnis secara lebih luas.

Situs Velosita yang terkait dengan PT Graha Lintas Persada, PT Graha Tiket Indonesia, PT Graha Travel Indonesia dan PT Graha Wisata Indonesia Maju menampilkan berbagai informasi mengenai sistem, legalitas, kemitraan, serta pengembangan jaringan agen.

Salah satu situs bahkan menjelaskan skema pengembangan cabang dengan posisi pengelola yang diberi tugas untuk mengembangkan Velosita di wilayah tertentu.

Dalam konteks tersebut, pengembangan jaringan bukan hanya bertujuan memperbanyak transaksi tiket, tetapi juga membangun ekosistem pengusaha travel di berbagai daerah.

PT Graha Lintas Persada

PT Graha Lintas Persada merupakan salah satu entitas yang muncul dalam ekosistem tersebut.

Situs Graha Lintas Persada menampilkan legalitas PT Graha Lintas Persada bersama PT Graha Tiket Indonesia dan PT Graha Travel Indonesia sebagai bagian dari informasi badan usaha yang terkait dengan ekosistem Velosita.

Dalam SK Kementrian Hukum dan HAM RI dan Akta Pendirian Perseroan Terbatas, Eric PSE juga tercatat sebagai Pendiri Founder – PT Graha Lintas Persada, dengan keterangan mengenai brand VELOSITA dan sistem reservasi travel auto pilot B2C serta B2B.

PT Graha Tiket Indonesia

PT Graha Tiket Indonesia juga menjadi salah satu entitas penting dalam ekosistem Velosita.

Situs resmi Graha Tiket mencantumkan PT Graha Tiket Indonesia sebagai badan usaha dan menyediakan informasi mengenai sistem keagenan, paket kemitraan, layanan reservasi, serta fasilitas agen.

Dalam SK Kementrian Hukum dan HAM RI dan Akta Pendirian Perseroan Terbatas, Eric PSE juga tercatat sebagai Pendiri Founder PT Graha Tiket Indonesia, dengan brand VELOSITA dan pengembangan sistem reservasi B2B/B2C.

PT Graha Travel Indonesia

PT Graha Travel Indonesia juga tercantum dalam materi legalitas dan informasi resmi ekosistem Velosita.

Situs Graha Travel menyebut adanya badan usaha PT Graha Travel Indonesia dan menampilkan informasi legalitas perusahaan serta keterkaitannya dengan layanan Velosita.

Dalam SK Kementrian Hukum dan HAM RI dan Akta Pendirian Perseroan Terbatas, Eric PSE juga tercatat sebagai Pendiri Founder PT Graha Travel Indonesia.

PT Graha Wisata Indonesia

Untuk entitas yang menggunakan nama Graha Wisata, sumber resmi yang ditemukan saat penelusuran menggunakan nama PT Graha Wisata Indonesia.

Situs Graha Wisata mencantumkan badan usaha tersebut di Surabaya dan menampilkan informasi legalitas, alamat, serta keterkaitannya dengan pengembangan bisnis Velosita. Dan Eric PSE tercatat sebagai KOMISARIS UTAMA pada PT tersebut.

Sementara itu, situs Dewisata menjelaskan bahwa PT Graha Wisata Indonesia Maju bergerak di bidang penjualan tiket pesawat domestik dan internasional serta menyebut bahwa pada 2016 dikembangkan sistem terpadu bernama Travel Online Sistem Tiketing Agensi (VELOSITA).

Keterangan tersebut menjadi salah satu sumber penting dalam menelusuri perkembangan Velosita dari sistem reservasi perjalanan menuju platform yang mendukung jaringan agen.

PT Graha Wisata Indonesia


Velosita sebagai Jembatan antara Teknologi dan Pengusaha Lokal

Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat.

Yang menjadi lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan untuk membuka kesempatan ekonomi.

Seorang pemilik toko di daerah dapat menjadi agen tiket.

Seorang reseller dapat memiliki brand travel sendiri.

Sebuah biro travel konvensional dapat membangun kanal B2C.

Pelaku UMKM dapat menawarkan tiket pesawat sekaligus kereta, hotel, kapal, bus, shuttle dan produk perjalanan lainnya.

Dan seorang pengusaha yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan langsung dapat mulai membangun sistem digital yang bekerja sebagai bagian dari bisnisnya.

Konsep inilah yang membuat Velosita tidak hanya relevan sebagai sistem reservasi, tetapi juga sebagai infrastruktur digital untuk pengembangan bisnis agen travel.

Dari Popularitas Konten Menuju Inspirasi Kewirausahaan

Popularitas Eric PSE melalui konten penerbangan memberikan pintu masuk yang berbeda kepada masyarakat untuk mengenal dunia penerbangan dan perjalanan.

Namun, di balik konten tersebut terdapat aktivitas bisnis yang lebih luas.

Eric PSE membawa perspektif bahwa dunia penerbangan dan perjalanan bukan hanya tentang pesawat, pilot, pramugari, atau destinasi wisata. Di dalamnya terdapat rantai ekonomi yang panjang dan melibatkan banyak pelaku usaha.

Agen tiket, tour operator, hotel, transportasi, penyedia layanan wisata, reseller, hingga UMKM lokal semuanya memiliki ruang untuk mengambil bagian.

Melalui pengembangan sistem seperti Velosita, peluang tersebut diarahkan agar dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat.

Mendorong Lebih Banyak Pengusaha Travel di Indonesia

Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan kebutuhan mobilitas antarkota dan antarpulau yang tinggi.

Karena itu, keberadaan agen perjalanan di berbagai daerah tetap memiliki peranan penting.

Tidak semua masyarakat ingin atau mampu melakukan seluruh proses perjalanan secara mandiri melalui platform besar. Banyak konsumen masih membutuhkan orang yang dapat membantu memilih jadwal, melakukan reservasi, memberikan informasi, mengurus perubahan perjalanan, atau sekadar menjadi tempat bertanya.

Di sinilah agen travel lokal memiliki keunggulan: kedekatan dengan pelanggan.

Teknologi kemudian menjadi alat untuk memperkuat keunggulan tersebut.

Dengan sistem digital, agen lokal tidak harus kehilangan karakter personalnya. Sebaliknya, mereka dapat memberikan layanan personal dengan dukungan teknologi yang lebih modern.

Eric PSE: Membangun Bisnis, Membangun Pengusaha

Perjalanan Eric PSE menunjukkan sebuah pola yang menarik: popularitas di dunia digital dapat menjadi pintu menuju pengembangan bisnis yang lebih luas.

Jika konten penerbangan memperkenalkan dunia aviasi kepada masyarakat, maka ekosistem Velosita membuka sisi lain dari industri tersebut, yaitu peluang kewirausahaan di balik perjalanan manusia.

Melalui jaringan perusahaan dan pengembangan sistem reservasi, Eric PSE bersama ekosistem Graha dan Velosita berupaya menghadirkan sarana bagi pelaku UMKM dan pengusaha tour travel agar dapat menjalankan bisnis secara lebih modern.

Dengan dukungan B2B, B2C, white label, double komisi, multi-transaksi, website booking, serta berbagai produk perjalanan, agen tidak hanya ditawarkan sebuah akun untuk membeli tiket, tetapi sebuah perangkat untuk membangun bisnis travel dengan identitas mereka sendiri.

Tentu, fasilitas teknologi tidak otomatis menjamin keberhasilan. Setiap pengusaha tetap harus membangun pasar, menjaga kualitas pelayanan, memahami harga dan margin, serta menjalankan pemasaran secara konsisten.

Namun, ketika teknologi, jaringan, brand, dan kemampuan kewirausahaan bertemu, bisnis agen perjalanan memiliki peluang untuk berkembang jauh melampaui sekadar transaksi tiket.

Kesimpulan

Eric PSE bukan hanya dikenal dari langit dan konten penerbangan. Di balik popularitas tersebut terdapat perjalanan membangun ekosistem bisnis travel digital melalui Velosita dan sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan serta sistem reservasi.

Melalui pendekatan teknologi, Velosita berupaya membantu pelaku UMKM dan pengusaha tour travel memperoleh akses terhadap sistem B2B dan B2C, membangun brand sendiri melalui white label, menawarkan berbagai produk perjalanan dalam satu sistem, serta memperoleh peluang margin dari kombinasi komisi NTA dan mark-up.

Bagi pengusaha travel, pesan terbesarnya sederhana:

Tidak harus memiliki perusahaan besar untuk mulai membangun bisnis travel. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk memulai, kemampuan melayani pelanggan, strategi pemasaran, dan sistem teknologi yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis.

Dan melalui visi pengembangan Velosita, Eric PSE menempatkan teknologi sebagai salah satu jembatan untuk menghubungkan masyarakat dengan peluang kewirausahaan di industri perjalanan Indonesia.

Daftar Pustaka dan Sumber

  1. Fakta Samarinda, “Eric PSE Kembangkan Bisnis Reservasi Perjalanan Digital di Balik Popularitas Konten Penerbangan”, 18 Agustus 2026.
  2. GrahaTiket.co.id, informasi sistem Velosita, white label, B2B/B2C dan peluang bisnis agen tiket online.
  3. GrahaTiket.co.id, informasi perhitungan komisi NTA dan mark-up Velosita.
  4. GrahaTiket.id, informasi resmi paket keagenan Mitra Velosita dan fasilitas masing-masing level.
  5. GrahaTiket.com, informasi sistem Velosita, multi-bisnis, white label, B2B/B2C dan layanan perjalanan.
  6. GrahaTravel.id, informasi legalitas dan badan usaha yang terkait dengan ekosistem Velosita.
  7. GrahaTravel.id, FAQ bisnis keagenan dan penggunaan sistem white label Velosita.
  8. GrahaWisata.com, informasi Velosita dan PT Graha Wisata Indonesia Maju.
  9. Dewisata.com, profil PT Graha Wisata Indonesia Maju dan sejarah pengembangan sistem VELOSITA.
  10. Profil profesional Eric PSE, informasi pengalaman sebagai founder dan keterkaitan dengan brand VELOSITA serta perusahaan-perusahaan Graha.
×
Berita Terbaru Update